/Dekranasda Lampung Tengah Gelar Pelatihan di Kampung Poncowati

Dekranasda Lampung Tengah Gelar Pelatihan di Kampung Poncowati

Sulam jalin kepang merupakan kreasi baru asal Lampung Tengah (Lamteng). Kini, Pemkab Lamteng melalui Dinas Perindustrian setempat menggiatkan pelatihan sulam jalin kepang di beberapa kecamatan.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program kerja Dekranasda Kabupaten Lampung Tengah dimana nantinya diharapkan melalui pelatihan ini ibu-ibu di Kabupaten Lampung Tengah dapat menjadi lebih mandiri sehingga dapat menunjang perekonomian keluarga.

“Pelatihan sulam jalin kepang ini dilaksanakan di tiga kecamatan, tiga kampung. Jadi, satu kecamatan satu kampung. Seperti di Kecamatan Punggur dipusatkan di Kampung Sidomulyo tanggal 15 s.d 19 Oktober 2018. Kemudian Kecamatan Terbanggibesar di Kampung Poncowati tanggal 22 s.d 26 Oktober 2018. Terakhir Kecamatan Terusan Nunyai di Kampung Tanjung Anom tanggal 29 Oktober s.d 02 November 2018,” jelas Kabid Industri Logam Mesin dan Elektronika Dinas Perindustrian Lamteng Marlina.

Peserta pelatihan melibatkan kaum ibu yang ada di sekitar lokasi kegiatan. Setiap kegiatan pelatihan, jumlah peserta dibatasi hanya 20 orang agar pelaksanaan bisa lebih efektif. Selanjutnya, pelatihan yang diterima peserta dapat dikembangkan di daerah tempat tinggal masing-masing.

“Sekarang kegiatan berjalan di Kampung Poncowati. Harapannya banyak warga di Kampung Poncowati yang bisa menguasai kerajian sulam jalin kepang ini. Kalau target ya ada, tapi tetap menyesuaikan dengan anggaran. Karena anggaran tidak hanya untuk sulam jalin kepang tetapi bisa untuk kreasi lainnya,” terang Marlina.

Melalui pelatihan sulam khas Lamteng, Marlina berharap kedepannya peserta dapat mandiri dan menciptakan kreasi baru sulam jalin kepang yang telah dimodifikasi. Tujuan akhir yang dicapai adalah menjadi wirausaha mandiri sehingga menambah penghasilan bagi keluarga dan memperbaiki ekonomi warga kampung.

Hasil sulam jalin kepang yang dihasilkan, kata Marlina, siap ditampung dan dibantu untuk dipasarkan melalui Dewan Kesenian Nasional Daerah (Dekranasda) Lamteng. Namun demikian, pihaknya akan menyeleksi hasil sulam yang terbaik dan memiliki nilai jual.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian Lamteng Nuliana menyebutkan bahwa sulam jalin kepang Lamteng telah memiliki hak paten. Karena saat ini telah banyak sulam khas daerah dari kabupaten/kota lain.

“Sebagai pembeda dengan sulam yang lain, Lamteng menciptakan kreasi sulam jalin kepang dan ini sudah dipatenkan. Jadi, kalau berbicara sulam jalin kepang itu pasti berasal dari Lamteng. Hasil sulaman ini sudah kita bawa ke tingkat pameran, baik daerah maupun nasional,” terang Nuliana.

Menurut Nuliana, hasil sulam jalin kepang mendapat respons yang cukup baik di Pulau Jawa. Hal itu membuktikan bahwa hasil kreasi sulam jalin kepang mendapatkan tempat di hati masyarakat di Pulau Jawa. Promosi hasil kerajinan Lamteng tersebut akan terus dilakukan melalui pameran-pameran lokal dan nasional.

Sementara itu Ketua Dekranasda Kabupaten Lampung Tengah, Ibu Ellya Lusiana Loekman berharap bahwa kerajinan ini bukan hanya sekedar kegiatan untuk mengisi waktu luang. namun juga bisa menjadi kegiatan untuk mengenalkan salah satu budaya Kabupaten yang berjuluk Jurai Siwo ini.