/APBDP 2019 Kabupaten Lampung Tengah Disahkan

APBDP 2019 Kabupaten Lampung Tengah Disahkan

Bintanginfo.com, Lampung Tengah : Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan TA 2019 Pemkab Lamteng sebesar Rp2,64 triliun lebih disahkan dalam sidang paripurna, Rabu (7/8). Paripurna yang dipimpin Plt. Wakil Ketua I DPRD Wahyudi didampingi Plt. Ketua DPRD Febriyantoni, Wakil Ketua II Riagus Ria, dan Wakil Ketua III Joni Hardito ini dihadiri 33 anggota DPRD, kepala Forkopimda, para asisten, staf ahli, dan kepala SKPD.

Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto menyatakan, pendapatan daerah bertambah 0,47 persen atau sebesar Rp12,42 miliar lebih dari Rp2,62 triliun lebih menjadi Rp2,64 triliun lebih.

“Rinciannya pendapatan asli daerah (PAD) naik Rp11,99 miliar lebih dari sebelum perubahan Rp179,37 miliar lebih menjadi Rp191,36 miliar lebih. Dana perimbangan tidak mengalami perubahan/konstan sebesar Rp1,847 triliun lebih dan lain-lain pendapatan daerah yang sah naik Rp432 juta lebih dari sebelum perubahan Rp154,411 miliar lebih menjadi Rp154,844 miliar lebih,” katanya.

Belanja daerah, kata Loekman, naik Rp74,23 miliar lebih dari Rp2,700 triliiun lebih menjadi Rp2,774 triliiun lebih. Rinciannya belanja tidak langsung bertambah Rp17,34 miliar lebih dari Rp1,63 triliun lebih pada APBD Murni 2019 menjadi Rp1,65 triliun lebih yang dipergunakan untuk penambahan belania pegawai, belanja hibah, belanja bagi hasil kepada provinsi kabupaten/kota, dan pemerintahan desa serta belanja bantuan keuangan kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemdes.

“Belanja langsung mengalami kenaikan Rp56,88 miliar lebih untuk membiayai pelaksanaan program/kegiatan pada beberapa bidang urusan. Di antaranya bidang urusan pendidikan, kesehatan, administrasi pemerintahan, pekerjaan umum dan penataan ruang, pengendalian penduduk dan keluarga berencana, keuangan, kepegawaian, dan lain-lain,” ujarnya.

Kemudian pembiayaan daerah, kata Loekman, realisasi penerimaan pembiayaan mengalami peningkatan menjadi Rp139,95 miliar lebih dari target yang ditetapkan dalam APBD Murni TA2019 sebesar Rp78,14 miliar lebih. “Mengalami peningkatan menjadi Rp139,95 miliar lebih,” ungkapnya.

Terkait dengan saran dan masukan untuk mengali secara seksama peningkatan PAD, Loekman menyatakan sangat sependapat. “Kami terus upayakan baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi sumber-sumber PAD sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan. Begitu juga dengan pelaksanaan kegiatan, kami upayakan semaksimal mungkin sehingga pelaksanan program/kegiatan dapat selesai sesuai dengan target waktu,” ungkapnya.

Anggota Banang DPRD Lamteng Firdaus Ali menyatakan potensi PAD harus terus digali dan dimaksimalkan. “Khususnya objek pajak air bawah tanah di perusahaan-perusahaan yang tersebar di Lamteng. Begitu juga objek pajak parkir di pinggir jalan, Dinas Perhubungan harus bisa membuat terobosan program inovasi,” katanya.

Dalam paripurna ini juga dibacakan laporan pansus-pansus DPRD Lamteng yang telah dibentuk. Yakni Pansus Toko Modern, Pansus Limbah, Pansus Aset, dan Pansus PAD. Dua pansus belum membacakan laporannya, yakni Pansus Toko Modern dan Pansus Aset.

“Kami belum siap menyampaikan laporan. Ini karena anggota pansus yang tersisa belum melakukan rapat. Mungkin bisa dibacakan dalam paripurna berikutnya. Tapi, pansus banyak temuan toko modern yang dimiliki oleh pengusaha bukan lokal,” kata anggota Pansus Toko Modern I Kadek Asian Nafiri.

Hal sama juga disampaikan anggota Pansus Aset Firdaus Ali. “Kami juga belum siap menyampaikan laporan. Sama halnya yang terjadi dengan anggota Pansus Toko Modern,” ungkapnya.